Welcome to our site

welcome text --- Nam sed nisl justo. Duis ornare nulla at lectus varius sodales quis non eros. Proin sollicitudin tincidunt augue eu pharetra. Nulla nec magna mi, eget volutpat augue. Class aptent taciti sociosqu ad litora torquent per conubia nostra, per inceptos himenaeos. Integer tincidunt iaculis risus, non placerat arcu molestie in.

Resensi Novel Ladang Perminus (Ramadhan KH)

Jumat, 29 November 2013

KEPUTUSAN YANG MENGANDUNG HARAPAN
TINDAKAN YANG MENGANDUNG PERUBAHAN
Resensi Buku Novel
Oleh : Ari Gustriadi
XI IPA 2

SMAN 1 PANAWANGAN



Telah di periksa

Pada tanggal : ......... - ......... - 2013
Dengan Nilai :


Oleh Guru Bahasa Indonesia
............................
(M.Farid SPd)




Ø Identitas Buku
·       Judul Buku      : Ladang Perminus
·       Pengarang      : Ramadhan KH
·       Penerbit          : PT Pusataka Utama Grafity
·       Tahun Terbit  : 1990
·       Ukuran Buku :
·       Tebal Buku     : 336 Halaman
·       Harga Buku    : Rp. 53000

Pembukaan
     Ramadhan K.H. yang nama lengkapnya adalah Ramadhan Karta Hadimadja, dilahirkan di Bandung, pada 16 Maret 1927, dan meninggal di kediamnnya saat tinggal di Cape Town, Afrika Selatan pada 16 Maret 2006 setelah menderita kanker prostat selama kurang lebih tiga bulan.
Ramadhan pernah bekerja selama 13 tahun sebagai wartawan Antara. Tetapi dia lalu minta berhenti karena tak tahan melihat merajalelanya korupsi. Tercatat sebagai mahasiswa ITB dan Akademi Dinas Luar Negeri di Jakarta, namun kedua-duanya tidak tamat. Dia juga pernah bertugas sebagai redaktur majalah Kisah, redaktur mingguan Siasat dan redaktur mingguan Siasat Baru.
        Semasa hidupnya Ramadhan terkenal sebagai penulis yang kreatif dan produktif. Ia banyak menulis puisi, cerpen, novel, biografi, dan menerjemahkan serta menyunting. Kumpulan puisinya yang diterbitkan dengan judul Priangan Si Djelita(1956), ditulis saat Ramadhan kembali ke Indonesia dari perjalanan keliling Eropa pada 1954. Kala itu, ia menyaksikan tanah kelahirannya, Jawa Barat, sedang bergejolak akibat berbagai peristiwa separatis. Kekacauan sosial politik itu mengilhaminya menulis puisi-puisi tersebut.
      Pada tahun 1965 Ramadhan sempat ditahan selama 16 hari di Kamp Kebon Waru, Bandung, bersama-sama dengan Dajat Hardjakusumah, ayah kelompok pemusik Bimbo yang saat itu menjabat pimpinan Kantor Antara Cabang Bandung. Keduanya ditahan karena dilaporkan bertemu A. Karim DP dan Satyagraha, pimpinan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Pusat yang masa itu dianggap berideologi kiri dan mendukung G-30-S. Karena pertemuan itu keduanya dianggap pendukung G-30-S. Belakangan ia baru tahu bahwa mereka berdua difitnah kelompok lain agar dapat menguasai kantor Antaracabang Bandung. Sesudah 16 hari mendekam di tahanan, keduanya dibebaskan dan pimpinan pusat Antaramemindahkannya ke Jakarta.
      Pada hari-hari terakhirnya, Ramadhan kembali menekuni kegemarannya di masa lalu, melukis. Salah satu tema lukisan kesayangannya ialah rangkaian pegunungan di belakang rumahnya di Cape Town. Ia meninggal dunia tepat pada peringatan hari ulang tahunnya yang ke-79. Ia meninggalkan istrinya, Salfrida, dua orang putra dari Tines, Gilang dan Gumilang, dan lima orang cucu.
      Ramadhan pernah mendapatkan sejumlah penghargaan, antara lain Southeast Asia (SEA) Write Award pada 1993. Pada 2001 ia diangkat menjadi anggota kehormatan Perhimpunan Sejarahwan Indonesia. Selain itu Ramadhan juga merupakan salah seorang anggota Akademi Jakarta.
        Hidayat adalah sang manajer yang jujur , mengawali karirnya di Perusahaan Minyak Nusantara (Perminus) sejak beberapa tahun silam. Karirnya sangat bagus dan menanjak dengan cepat.
          Selain ia mempunyai seorang istri yang amat sholeha serta setia, bernama Ikhlasari , biasa dipanggil Ias , serta beberapa anak yang selalu setia untuk menyayanginya, Ia juga amat disegani dan dihormati karena kecerdasan dan ketegasannya. Banyak tugas perusahaan yang dibebankan padanya terutama tugas negosiasi dan perundingan-perundingan bisnis yang diadakan Perminus dengan pihak-pihak lain, semuanya selalu berakhir dengan sukses. Banyak yang datang kepadanya untuk berkonsultasi. Mereka yang datang ini tidak hanya dari perusahaan dalam negeri tetapi juga dari perusahaan luar negeri.
       Hidayat yang jujur dan potensial ini menjadi salah satu korban kelicikan para koruptor di Perminus dalam rangka menyelematkan diri. Beberapa teman-teman dekat Hidayat, juga menjadi korban fitnah. Tanpa sebab apapun, Hidayat dan teman-temannya dibebastugaskan untuk sementara. Mereka terkejut dengan keputusan itu. Sebagai orang yang tidak pernah melanggar aturan perusahaan, tentulah Hidayat sangat terpukul. Serta Ia selalu bertanya-tanya dalam hatinya, sebenarnya apa yang melatarbelakangi sehingga ia harus dibebastugaskan. Padahal pada kenyataannya ia selalu bekerja dengan sangat baik. Istrinyalah, Ias, yang setia meneguhkan semangat hidup Hidayat untuk senantiasa pasrah atas kejadian yang menimpanya itu serta senantiasa untuk selalu bersyukur pada Tuhan.
       Untuk melewatkan hari-harinya selama dibebastugaskan, Hidayat mengurus peternakan ayam-meski kecil-kecilan-yang telah dirintisnya sejak lama. Tetapi ternyata usaha itu masih tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Karena itu, Hidayat juga masih berusaha untuk melayani konsultasi dari beberapa kontraktor asing yang datang ke rumahnya. Akhirnya perasaan frustasi yang dialami Hidayat selama ia dibebastugaskan oleh Perminus mulai dapat diatasinya.
       Selama ia dibebastugaskan itu, ia telah menolong teman-temannya yang berada di perusahaan lain, ia selalu setia untuk memberikan nasihat pada mereka. Sampai suatu saat seorang temannya, Mr.Gilbert berbicara dengan Dirut Perminus untuk tetap memperkerjakan Hidayat. Sebab menurut dia, Hidayat sangat berpotensi di Perminus. Akhirnya, terbukti pula bahwa Hidayat tidak bersalah. Ia dipanggil untuk bekerja kembali di Perminus. Meski begitu, kasus skandal korupsi di Perminus sebetulnya belum selesai dibongkar. Kali ini Hidayat ditugaskan melakukan negosiasi dengan kontraktor asing di Singapura. Dalam perjalanan menuju Singapura, ia berkenalan dengan seorang pramugari bernama Ita. Tampaknya pramugari itu menaruh hati padanya, tetapi Hidayat tidak menanggapinya. Hidayat pun sempat memberikan nomor teleponnya pada Ita serta menyuruh pramugari itu untuk menghubunginya.
     Sepulang dari Singapura, Hidayat harus menangani order-order besar yang terus berdatangan, salah satunya berasal dari gabungan tiga negara: Jerman, Belgia, dan Belanda. Hidayat mendapat tugas melakukan perundingan dengan mereka. Hidayat ditugaskan langsung oleh Kahar (pimpinannya).
    Tugas itu berhasil diselesaikan Hidayat dengan gemilang. Hidayat berhasil meyakinkan perwakilan tiga negara itu untuk menurunkan harga yang mereka ajukan. Keberhasilan perundingan Hidayat disambut karyawan di Perminus dengan suka cita. Namun sayang, kegembiraan itu tidak berlangsung lama, karena harga yang telah disepakati tiba-tiba melonjak lagi. Lonjakan itu tidak ,lain disebabkan oleh Kahar (pimpinan Hidayat) yang menaikkan harga untuk kepentingannya sendiri.
     Betapa kecewanya Hidayat. Di sisi lain, Kahar yang khawatir perbuatannya sudah diketahui Hidayat berusaha menyingkirkan Hidayat dari Perminus. Hal ini tidak ingin dilakukannya secara terbuka, untuk itulah ia menyebarkan hasutan firnah yang mencemarkan nama baik Hidayat.
     Usaha Kahar tampaknya membawa hasil, ketika secara tiba-tiba Hidayat dicalonkan menjadi gubernur Jawa Barat. Secara diam-diam, Kahar memanggil Kolonel Sujoko dan mengarang cerita bahwa Hidayat telah bermain curang agar dia dicalonkan menjadi gubernur. Teror selalu datang, akhirnya Hidayat memutuskan diri untuk pensiun. Permintaan Hidayat dikabulkan perusahaan. Hidayat sudah tidak tahan dengan tuduhan-tuduhan dan main curang yang terjadi di Perminus. Ia ingin hidup tenang dengan istri dan anaknya.
    Tiba-tiba terdengar kabar bahwa Kahar meninggal dunia secara mendadak. Ternyata selama ini Kahar mempunyai penyakit jantung. Dalam hati kecil Hidayat merasa lega, karena Kaharlah biang semua kecurangan di Perminus. Namun Hidayat kecewa, karena Kahar dimakamkan di taman makam pahlawan. Hidayat tidak habis pikir, mengapa orang semacam Kahar yang jelas-jelas melakukan tindak korupsi dan manipulasi di Perminus tetap dihormati sebagai pahlawan. Kekecewaan Hidayat muncul lagi hingga ia jatuh sakit.
       Saat terbaring di rumah sakit, Hidayat merenung. Ia merefleksikan kembali seluruh pengalaman hidupnya, hingga tumbuh kesadaran dan kesabaran dalam dirinya. Ia sadar bahwa ia harus menghadapi dan menerima kenyataan ini dengan jiwa besar. Hatinya sangat lega ketika mendengar kabar bahwa skandal korupsi yang terjadi di perminus akhirnya berhasil dibongkar.
    Hatinya pun semakin lega, ketika Ita (pramugari yang pernah jatuh cinta padanya) dan suaminya menengoknya di rumah sakit. Dia lega sebab Ita telah mendapatkan suami yang baik. Hidayat bersyukur terhindar dari perbuatan yang hanya akan menyengsarakan anak dan istrinya.
               Keungulan buku ini terletak pada gaya bahasa yang singkat dan padat, sehingga maksud dari isinya mudah dipahami. Disertai dengan pembentukan watak tokohnya yang kuat. Dan satu lagi yang menyebabkan buku ini menarik untuk dibaca, karena dengan membacanya kita akan tau tentang dunia berpolitik.
                   Saya merasakan buku ini terasa berat untuk dibaca, khususnya untuk rekan-rekan yang kurang memahami kata yang berbau politik. Mengapa? Buku yang cukup tebal disertai gaya penulisan yang jarang kita gunakan sehari-hari, dengan banyaknya kata yang kurang dikenal secara awam merupakan alasan lain yang membuat pembaca kurang begitu nyaman dalam menikmati buku ini. Selain itu, Buku ini terkesan ditujukan kepada para pejabat-pejabat yang selama ini lebih dikenal atau lebih dekat dengan hal-hal yang berbau korupsi
                 Akan tetapi saya berpendapat bahwa ada baiknya rekan-rekan baik di sekolah atau pun para pejabat-pejabat khususnya membaca novel Ladang Perminus ini. Mengapa ? Mengingat ada banyak hal dapat kita ambil manfaatnya di balik segala kejadian-kejadian yang menimpa tokoh dalam novel ini yang kita mungkin akan kita jumpai juga baik di lingkungan sekolah ataupun di kehidupan bermasyarakat. Mungkin selama ini kita pernah dekat dengan masalah-masalah itu atau mungkin pula sudah terkena dampaknya. Setelah membaca buku ini maka saya mengasumsikan bahwa rekan-rekan sekalian akan memiliki pola pikir yang berbeda dalam memahami masalah-masalah yang terjadi di dunia nyata ini.
Biografi Resensator

photo2130.jpg Ari Gustriadi lahir di Ciamis , 20-Agustus-1996 . Pada usia 6 tahun dia bersekolah di TK Dharmawanita di Desa Sadapaingan , ia mengikuti lomba gambar dan mendapat ranking tiga di sekolahnya itu . Selepas dari TK ia bersekolah di SDN 4 Sadapaingan dia juga mendapat Ranking 1 dikelas 1 , ranking 3 kelas 2 dan kelas 3,4,5 dan 6 ia mendapat ranking 2 . Pada saat kelas 5 dia menjuarai Lomba Cerdas Cermat  Agama tingkat Kecamatan dan juara 4 tingkat Kabupaten. Tamat SD ia melanjutkan sekolahnya ke MTs Cinyasag dia aktif di kepramukaan . Saat kelas 2 dia masuk peringkat 3 besar .
Setelah tamat SLTP dia sekarang bersekolah di SMAN 1 PANAWANGAN  . Dan duduk dikelas XI IPA 2 .

Biografi Ari Gustriadi

Sabtu, 02 November 2013

Saha Ari teh ? Ari Gustriadi lahir di Ciamis , 20 Agustus 1996 ,tepatna di desa Sadapaingan . Lahir ti keluarga nu sederhana nyaeta Ibu Mihati sareng Bapak Haris . manehna anak ka 4 ti 4 saudara . Pernah sakola di SD 4 Sadapaingan , MTs Cinyasag , Ayeuna di SMAN 1 Panawangan tepatna di kelas XI IPA 2 .
  Prestasi nu pernah di raihna nyaeta juara satu Lomba Cerdas Cermat Tingkat Kecamatan . Cita-citana nyaeta hoyong jadi Guru SD , ekeur ngaraih cita-citana eta ari geten diajar . Tos sakitu wae .